Perkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga di UHN IGB Sugriwa

Program Studi Yoga Kesehatan menyelenggarakan kegiatan studium generale bertema “Memperkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga” secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting dan luring di Aula Fakultas Brahma Widya UHN IGB Sugriwa, Kamis (12/3).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Indonesian Institute of Vihangam Yoga, yaitu Ir. Badmini Naidu Hass. Acara dipandu oleh Heri Purwanto, S.S., M.Ag., dosen D3 Kepanditaan.

Studium generale diikuti oleh pimpinan fakultas dan program studi, meliputi dekan, wakil dekan, kepala bagian, ketua dan sekretaris program studi, kepala laboratorium, dosen, serta mahasiswa. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya dalam bidang filsafat, spiritualitas, dan praktik kesadaran dalam tradisi Vihangam Yoga.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Paravidya merupakan pengetahuan tertinggi yang berkaitan dengan realitas spiritual dan ketuhanan. Sementara itu, Brahmavidya dipahami sebagai ilmu yang membahas hakikat Brahman sebagai realitas ilahi yang sejati.

Melalui Vihangam Yoga, pengetahuan spiritual tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dialami melalui praktik batin dan disiplin kesadaran. Yoga, dalam konteks ini, tidak terbatas pada aktivitas fisik, melainkan menjadi sarana untuk memahami diri, alam semesta, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Narasumber juga menegaskan bahwa manusia tidak hanya memiliki dimensi fisik, tetapi juga dimensi spiritual yang mendalam. Dalam ajaran Brahmavidya, manusia mengandung unsur atma sebagai percikan dari realitas ilahi. Oleh karena itu, kehidupan tidak semata berorientasi pada aspek material, tetapi juga pada upaya mengenal jati diri dan mengarahkan kesadaran menuju sumber tertinggi.

Selain itu, dijelaskan pula konsep bhuana agung dan bhuana alit yang menggambarkan keterkaitan antara alam semesta dan diri manusia. Setiap unsur di jagat raya memiliki refleksi dalam diri manusia. Pandangan ini menegaskan bahwa pencarian spiritual dapat dimulai dari pemahaman diri secara mendalam. Vihangam Yoga hadir sebagai metode untuk menelusuri lapisan kesadaran tersebut.

Narasumber juga menguraikan bahwa manusia kerap terjebak dalam dualitas, keterbatasan pikiran, dan keterikatan duniawi. Untuk mengatasinya, diperlukan pengendalian diri, kesadaran, dan praktik kebajikan. Ajaran ini menekankan bahwa tindakan baik dan kesadaran spiritual menjadi jalan menuju kebebasan sejati atau moksa.

Perbedaan antara pengetahuan indrawi dan pengetahuan spiritual juga menjadi perhatian dalam pemaparan. Pengetahuan indrawi diperoleh melalui pancaindra dan rasio, sedangkan pengetahuan spiritual melampaui keduanya. Dalam hal ini, Paravidya dipahami sebagai ilmu yang membawa manusia melampaui batas material menuju kebenaran yang lebih tinggi.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait makna Vihangam Yoga, hubungan antara atma dan Paramatma, serta relevansi ajaran Paravidya dalam kehidupan modern, terutama dalam pendidikan, kesehatan, dan pengembangan diri. Diskusi ini menunjukkan bahwa nilai spiritual tetap relevan dalam konteks akademik.

Sebagai penutup, narasumber memandu sesi meditasi Vihangam Yoga selama 30 menit. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam melatih ketenangan pikiran dan pemusatan kesadaran, baik bagi peserta luring maupun daring.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Yoga Kesehatan tidak hanya menyelenggarakan forum ilmiah, tetapi juga membuka ruang refleksi spiritual yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Studium generale ini diharapkan dapat memperkaya perspektif sivitas akademika tentang yoga sebagai disiplin yang mencakup aspek fisik, mental, intelektual, dan spiritual secara terpadu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *